DSpace Repository

HUBUNGAN INTENSITAS AKTIVITAS FISIK DENGAN KELELAHAN OTOT PADA ATLET BULUTANGKIS REMAJA DI KOTA MEDAN

Show simple item record

dc.contributor.author SALSABILA, SAUMUNNISA
dc.date.accessioned 2026-10-08T08:48:32Z
dc.date.available 2026-10-08T08:48:32Z
dc.date.issued 2026-09-10
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32181
dc.description.abstract Pendahuluan: Bulutangkis merupakan olahraga intensitas tinggi dengan pola gerakan intermiten yang menuntut kombinasi kapasitas aerobik dan anaerobik. Intensitas latihan yang tinggi berpotensi memicu kelelahan otot, terutama pada atlet remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Pemahaman mengenai hubungan antara intensitas aktivitas fisik dan kelelahan otot penting untuk menyusun program latihan yang aman dan optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan tingkat kelelahan otot pada atlet remaja di Kota Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 22 atlet remaja usia 10–19 tahun dari PB Galaxy dan PB Indocafe Medan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan tingkat kelelahan otot diukur menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas aktivitas fisik tinggi (59,1%) dan mengalami kelelahan minimal-sedang (81,8%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai r = 0,392 dengan p = 0,035 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik dengan kekuatan korelasi lemah dan arah positif antara intensitas aktivitas fisik dan tingkat kelelahan otot. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas aktivitas fisik dan tingkat kelelahan otot pada atlet remaja di Kota Medan, meskipun dengan kekuatan hubungan yang lemah, sehingga faktor lain seperti durasi latihan, pola tidur, dan status gizi turut berperan dalam kelelahan otot. en_US
dc.subject intensitas aktivitas fisik en_US
dc.subject kelelahan otot en_US
dc.subject atlet remaja en_US
dc.subject bulutangkis en_US
dc.subject MET en_US
dc.subject FSS en_US
dc.title HUBUNGAN INTENSITAS AKTIVITAS FISIK DENGAN KELELAHAN OTOT PADA ATLET BULUTANGKIS REMAJA DI KOTA MEDAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account