Abstract:
Pendahuluan: Bulutangkis merupakan olahraga intensitas tinggi dengan
pola gerakan intermiten yang menuntut kombinasi kapasitas aerobik dan
anaerobik. Intensitas latihan yang tinggi berpotensi memicu kelelahan otot,
terutama pada atlet remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Pemahaman
mengenai hubungan antara intensitas aktivitas fisik dan kelelahan otot penting
untuk menyusun program latihan yang aman dan optimal. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan tingkat
kelelahan otot pada atlet remaja di Kota Medan. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 22 atlet remaja usia 10–19 tahun dari PB Galaxy dan
PB Indocafe Medan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas
aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity
Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan tingkat kelelahan otot diukur
menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Analisis data dilakukan
menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden
memiliki intensitas aktivitas fisik tinggi (59,1%) dan mengalami kelelahan
minimal-sedang (81,8%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai r =
0,392 dengan p = 0,035 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan yang
bermakna secara statistik dengan kekuatan korelasi lemah dan arah positif antara
intensitas aktivitas fisik dan tingkat kelelahan otot. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara intensitas aktivitas fisik dan tingkat kelelahan
otot pada atlet remaja di Kota Medan, meskipun dengan kekuatan hubungan yang
lemah, sehingga faktor lain seperti durasi latihan, pola tidur, dan status gizi turut
berperan dalam kelelahan otot.