Abstract:
Lingkar leher merupakan parameter antropometri yang praktis untuk
menilai akumulasi lemak tubuh bagian atas sebagai indikator risiko gangguan
metabolik. Kebiasaan skipping breakfast diduga berhubungan dengan peningkatan
lingkar leher, namun hasil penelitian sebelumnya masih beragam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan skipping breakfast dengan lingkar leher
pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU). Penelitian ini menggunakan
desain analitik observasional cross-sectional dengan sampel sebanyak 72
mahasiswa angkatan 2023 yang dipilih menggunakan simple random sampling.
Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan sarapan dan pengukuran lingkar
leher menggunakan pita ukur non-elastis, kemudian dianalisis menggunakan uji
Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,0% responden memiliki
kebiasaan skipping breakfast dan 76,4% memiliki lingkar leher kategori normal.
Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,631p=0,631p=0,631
(p>0,05p>0,05p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
skipping breakfast dengan lingkar leher pada mahasiswa FKIK UMSU angkatan
2023.