Abstract:
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang
membutuhkan pengelolaan berkelanjutan melalui terapi farmakologis dan
perubahan gaya hidup. Olahraga teratur dan istirahat cukup berperan penting dalam
pengendalian penyakit, tetapi pengetahuan pasien mengenai kedua aspek tersebut
masih belum optimal. WhatsApp Group dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi
yang praktis, mudah diakses, dan memungkinkan penyampaian informasi secara
berulang. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi olahraga teratur dan istirahat
cukup melalui WhatsApp Group pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS
Muhammadiyah Medan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain
pre-experimental one-group pretest-posttest terhadap 30 pasien yang dipilih
dengan consecutive sampling. Intervensi diberikan melalui WhatsApp Group
selama 14 hari. Pengetahuan olahraga, pengetahuan diabetes melitus, dan istirahat
cukup diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Data
dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil:
Terdapat peningkatan pengetahuan olahraga, pengetahuan diabetes melitus, dan
perbaikan kondisi istirahat setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan
perbedaan bermakna antara skor pretest dan posttest pada seluruh variabel dengan
nilai p<0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital dapat mendukung
edukasi kesehatan yang mudah, efisien, terjangkau, dan berkelanjutan bagi pasien
penyakit kronis. Kesimpulan: Edukasi melalui WhatsApp Group efektif
meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki kondisi istirahat pasien diabetes
melitus tipe 2 di fasilitas pelayanan kesehatan.