Abstract:
Indonesia memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi sehingga diperlukan
penerapan beton pori (pervious concrete) sebagai material yang mampu
meningkatkan infiltrasi air. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh
substitusi sebagian semen dengan abu sekam padi (ASP) dan sebagian agregat kasar
dengan styrofoam (EPS) terhadap kuat tekan, porositas, dan permeabilitas beton
pori. Penelitian menggunakan FAS 0,33 dengan lima variasi campuran, yaitu BP
(normal), BP I (EPS 15%), BP II (EPS 15% + ASP 5%), BP III (EPS 15% + ASP
7,5%), dan BP IV (EPS 15% + ASP 10%), yang diuji pada umur 28 hari. Hasil
penelitian menunjukkan kuat tekan beton normal sebesar 4,25 MPa, kemudian
menjadi 1,74 MPa (59,06%) pada BP I, 3,04 MPa (28,47%) pada BP II, 2,26 MPa
(46,82%) pada BP III, dan 2,36 MPa (44,47%) pada BP IV. Nilai porositas seluruh
variasi berada pada kisaran 20,09–20,92%, sedangkan permeabilitas berkisar antara
0,48–0,70 cm/s, yang menunjukkan seluruh variasi masih mampu meloloskan air
dengan baik. Variasi BP II memberikan kinerja paling optimal dengan kuat tekan
3,04 MPa, porositas 20,42%, dan permeabilitas 0,62 cm/s. Penelitian selanjutnya
disarankan menggunakan variasi kadar ASP dan EPS yang lebih beragam serta
melakukan pengujian sifat mekanik dan durabilitas untuk memperoleh komposisi
beton pori yang optimum.