Abstract:
Produksi semen yang tinggi berkontribusi terhadap emisi karbon dan peningkatan
biaya konstruksi, sehingga diperlukan bahan substitusi yang ramah lingkungan.
Abu sekam padi memiliki kandungan silika yang bersifat pozzolanik sehingga
berpotensi digunakan sebagai pengganti sebagian semen pada mortar. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh substitusi abu sekam padi terhadap sifat fisik
mortar serta menentukan kadar substitusi optimum. Kajian penelitian mengacu
pada teori mortar, reaksi pozzolanik, dan karakteristik abu sekam padi sebagai
supplementary cementitious material (SCM). Penelitian menggunakan metode
eksperimen laboratorium dengan data primer berupa hasil pengujian material dan
mortar, serta data sekunder dari literatur dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Benda uji mortar dibuat dengan faktor air semen (FAS) 0,35 dan 0,40 serta variasi
substitusi abu sekam padi sebesar 3%, 5%, 7%, dan 9%, kemudian diuji berat jenis,
penyerapan, waktu ikat (Vicat), efflorescence, dan kuat tekan pada umur 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar abu sekam padi
menurunkan berat jenis, meningkatkan penyerapan air, serta memperlambat waktu
ikat mortar. Kuat tekan optimum diperoleh pada substitusi 5%, yaitu sebesar 21,78
MPa (FAS 0,35) dan 20,60 MPa (FAS 0,40). Dengan demikian, substitusi abu
sekam padi sebesar 5% pada FAS 0,35 memberikan kinerja mortar terbaik dan
berpotensi menjadi alternatif material konstruksi yang lebih berkelanjutan.