| dc.description.abstract |
Industri galangan kapal merupakan sektor strategis dengan tingkat risiko
kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada aktivitas pekerjaan panas (hot work)
seperti pengelasan (welding), pemotongan (cutting), dan penggerindaan (grinding).
Pekerjaan ini menghasilkan percikan api dan sumber panas yang berpotensi
menimbulkan kebakaran jika tidak dikelola dengan pengendalian risiko yang
memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber bahaya
kebakaran, menilai tingkat risiko kebakaran, serta merumuskan rekomendasi
pengendalian risiko kebakaran pada proses hot work di PT. Waruna Shipyard
Indonesia menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and
Determining Control (HIRADC). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi lapangan, serta dokumentasi prosedur kerja. Analisis data menggunakan
matriks risiko dengan penilaian likelihood dan severity berdasarkan standar PT.
Waruna Shipyard Indonesia. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 sumber bahaya
kebakaran yang terdiri dari risiko kebocoran gas asetilen/oksigen, percikan api pada
material mudah terbakar, akumulasi gas di ruang tertutup, serta kegagalan sistem
peralatan kerja. Tingkat risiko yang teridentifikasi meliputi 12 bahaya (50%)
kategori Low Risk, 6 bahaya (25%) kategori Medium Risk, dan 6 bahaya (25%)
kategori High Risk. Risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas pemotongan dan
ruang tertutup (confined space) dengan proporsi risiko tinggi sebesar 40%.
Rekomendasi pengendalian prioritas meliputi peningkatan frekuensi inspeksi
peralatan setiap 3 bulan, penguatan pengawasan fire watch bersertifikasi,
penyediaan ventilasi mekanis dan gas detector pada area tertutup, serta pelatihan
K3 rutin bagi pekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan
keselamatan kerja di galangan kapal dan mencegah terjadinya kebakaran akibat
pekerjaan panas. |
en_US |