Abstract:
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian agregat
halus dengan pasir garnet terhadap kuat tekan mortar. Mortar merupakan material
konstruksi yang terdiri atas semen, agregat halus, dan air serta digunakan dalam
pekerjaan pasangan dan plesteran. Meningkatnya kebutuhan pasir alam mendorong
penggunaan material alternatif, salah satunya pasir garnet yang memiliki kekerasan
dan berat jenis relatif tinggi sehingga berpotensi meningkatkan sifat mekanik
mortar.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan FAS 0,40 dan
perbandingan semen terhadap agregat halus sebesar 1:3. Variasi substitusi pasir
garnet sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% berdasarkan berat pasir. Benda uji
berupa kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm dengan enam sampel pada setiap variasi,
sehingga total 30 benda uji. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah perawatan
melalui perendaman selama 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan rata-rata mortar normal sebesar 12,45
MPa, sedangkan substitusi pasir garnet 5%, 10%, 15%, dan 20% menghasilkan kuat
tekan berturut-turut sebesar 12,98 MPa, 13,67 MPa, 15,45 MPa, dan 16,32 MPa.
Nilai tertinggi diperoleh pada substitusi 20%, yaitu sebesar 16,32 MPa atau
meningkat 31,08% dibandingkan mortar normal. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa penggunaan pasir garnet sebagai substitusi sebagian agregat halus dapat
meningkatkan kuat tekan mortar dan berpotensi menjadi material alternatif yang
lebih berkelanjutan.