| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh getaran gempa terhadap
respons simpangan antar lantai pada gedung bertingkat banyak dengan sistem
struktur ganda di Kota Medan menggunakan metode analisis respons spektrum
linier. Objek studi berupa gedung apartemen 23 lantai yang mengombinasikan
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan dinding geser (shear wall)
sebagai sistem penahan beban lateral. Sebanyak 35 rekaman gempa bumi, yang
terbagi dalam 15 rekaman gempa dekat (near-field) dan 20 rekaman gempa jauh
(far-field), diseleksi dari basis data PEER dan diskalakan terhadap spektrum
respons desain berdasarkan SNI 1726:2019 untuk kondisi tanah lunak di Kota
Medan. Pemodelan struktur tiga dimensi serta analisis dinamik linier dilakukan
menggunakan perangkat lunak ETABS v18. Parameter utama yang dievaluasi
adalah simpangan antar lantai (inter-story drift ratio) pada seluruh tingkat
bangunan, yang selanjutnya dibandingkan dengan batas ijin sebesar 0,020 sesuai
ketentuan SNI 1726:2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa Lantai 3 merupakan
lokasi paling kritis dengan tingkat kegagalan mencapai 100% terhadap seluruh
variasi rekaman gempa pada arah X Mode 1. Rekaman gempa GM2, GM4, GM7,
dan GM14 teridentifikasi sebagai rekaman dengan pengaruh paling dominan,
menyebabkan simpangan berlebih pada hampir seluruh lantai bangunan. Analisis
statistik dan kurva fragilitas menunjukkan bahwa probabilitas kerusakan parah
(Limit State) dan hampir rubuh (Near Collapse) pada seluruh konfigurasi tingkat
masih berada pada nilai yang sangat rendah pada rentang intensitas yang dianalisis,
dengan nilai median kapasitas struktur yang belum tercapai hingga tingkat
percepatan spektral 0,50 g. Hal ini mengindikasikan bahwa struktur sistem ganda
yang dirancang memiliki margin keamanan yang memadai terhadap beban gempa
rencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode analisis linier masih dapat
digunakan sebagai pendekatan awal dalam mengevaluasi kinerja struktur. |
en_US |