Abstract:
Banjir masih menjadi permasalahan utama di Indonesia akibat berkurangnya daerah
resapan air karena meningkatnya penggunaan permukaan kedap air. Beton pori
(pervious concrete) merupakan salah satu solusi, namun memiliki kuat tekan yang
relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh abu cangkang sawit
(ACS) sebagai pengganti sebagian semen dan karet ban bekas (BKB) 5% sebagai
pengganti sebagian agregat terhadap kuat tekan, porositas, dan permeabilitas beton
pori. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Beton Fakultas
Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan variasi BN, BKB 5%,
BKB 5% + ACS 10%, 15%, dan 20% yang diuji setelah curing 28 hari. Hasil
menunjukkan kuat tekan berturut-turut sebesar 4,2; 4,5; 3,7; 4,3; dan 4,6 MPa,
dengan perubahan terhadap beton normal sebesar naik 7,14%, turun 11,90%, naik
2,38%, dan naik 9,52%. Nilai porositas berturut-turut sebesar 20,09%; 13,83%;
15,09%; 16,16%; dan 17,01%, sedangkan permeabilitas sebesar 0,48; 0,47; 0,50;
0,52; dan 0,63 cm/s. Variasi BKB 5% + ACS 20% memberikan hasil terbaik karena
menghasilkan kuat tekan tertinggi dengan porositas dan permeabilitas yang tetap
memenuhi fungsi resapan air. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji variasi
ACS yang lebih luas, sifat mekanik dan durabilitas, serta melakukan uji lapangan
sebelum diterapkan sebagai material perkerasan ramah lingkungan.