DSpace Repository

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN AMENORE SEKUNDER PADA TENAGA KESEHATAN WANITA USIA REPRODUKSI DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN

Show simple item record

dc.contributor.author Ardinda, Fionna
dc.date.accessioned 2026-10-08T03:38:21Z
dc.date.available 2026-10-08T03:38:21Z
dc.date.issued 2026-08-19
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32125
dc.description.abstract Pendahuluan: Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem neuroendokrin dan fungsi reproduksi wanita. Gangguan kualitas tidur dapat mengganggu fungsi aksis hipotalamus–hipofisis– ovarium sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan menstruasi, termasuk amenore sekunder. Tenaga kesehatan wanita yang bekerja dengan sistem shift memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan tidur yang dapat berdampak terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian amenore sekunder pada tenaga kesehatan wanita usia reproduksi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kejadian amenore sekunder diidentifikasi menggunakan kuesioner skrining berdasarkan definisi American Society for Reproductive Medicine (ASRM). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden berusia 31–35 tahun (51,3%), berprofesi sebagai perawat (87,2%), dan memiliki lama bekerja ≤10 tahun (80,8%). Sebanyak 55,1% responden memiliki kualitas tidur yang baik, sedangkan 47,4% mengalami amenore sekunder. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa responden dengan kualitas tidur buruk lebih banyak mengalami amenore sekunder dibandingkan responden dengan kualitas tidur baik. Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kejadian amenore sekunder (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian amenore sekunder pada tenaga kesehatan wanita usia reproduksi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan meningkatnya kejadian amenore sekunder sehingga perbaikan kualitas tidur perlu menjadi salah satu upaya dalam menjaga kesehatan reproduksi tenaga kesehatan wanita. en_US
dc.subject kualitas tidur en_US
dc.subject amenore sekunder en_US
dc.subject PSQI en_US
dc.subject tenaga kesehatan en_US
dc.subject kesehatan reproduksi en_US
dc.title HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN AMENORE SEKUNDER PADA TENAGA KESEHATAN WANITA USIA REPRODUKSI DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account