Abstract:
Komunikasi Simbolik Teradisi Makan Pinang dalam Pesta Adat
Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. Penelitian ini
memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana praktek komunikasi
simbolik teradisi makan pinang pada masyarakat suku Alas dan apa saja
makna yang muncul dari ritual teredisi makan pinang serta hambatan apa
saja yang dihadapi masyarakat suku Alas sendiri dalam melestarikan Tradisi
makan pinang.
Jenis penelitian menggunakan metode Kualitatif, sumber data yang
peneliti gunakan didalam mengungkap permasalahan ini berasal dari
Informan dan wawancara secara mendalam. Pengumpulan data dapat
dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi
langsung, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tradisi makan pinang
ini sendiri sudah ada dari jaman nenek moyang suku Alas, sehingga
Masyarakat suku Alas selalu menjaga dan melestariakan tradisi ini. Setiap
simbol yang digunakan didalam pelaksanaan tradisi makan pinang yang
disebut dengan sebungen si lime memiliki makna yang melambangkan
kehidupan Masyarakat suku Alas.
Sabungen si lime sendiri merupakan ramuan dari pada tradisi
makan pinang yang memiliki makna simbolik yaitu Daun Sirih (Belo)
Melampangkan penghormatan terhadap pemilik acara, Kapur
melambangkan penghormatan terhadap Kepala Desa, Kacu (Gambir)
melambangkan Penghormatan terhadap tokoh mayarakat di Desa, Pinang
melambangkan muda-mudi dan Tembakau melambangkan perjanjian yang
telah dibuat untuk melaksanakan pesta adat.