Abstract:
Kota Medan merupakan wilayah dengan potensi bahaya gempa yang cukup tinggi
sehingga perencanaan gedung bertingkat harus memperhatikan respons struktur
terhadap beban seismik. Penelitian ini bertujuan mengestimasi perilaku gedung
bertingkat banyak dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
akibat pengaruh rekaman gempa dekat (near-field) dan gempa jauh (far-field)
menggunakan metode analisis respons spektrum linear. Objek penelitian berupa
gedung apartemen 23 lantai dan 1 lantai mezzanine yang dimodelkan menggunakan
ETABS sesuai ketentuan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019.
Rekaman ground motion diubah menjadi spektrum respons, kemudian dilakukan
penskalaan sebelum diterapkan sebagai pembebanan dinamik. Parameter yang
dievaluasi meliputi periode struktur, Story Drift Ratio (IDR), kurva probabilitas
kerusakan (fragility curve), serta probabilitas tercapainya kondisi Limit State (LS)
dan Near Collapse (NC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons struktur
dipengaruhi oleh karakteristik rekaman gempa, arah pembebanan, dan mode getar.
Pada kelompok gempa dekat, GM 2, GM 4, GM 7, dan GM 14 menghasilkan
respons simpangan terbesar, sedangkan pada gempa jauh GM 1, GM 2, dan GM 3
menjadi kondisi paling kritis. Lantai bawah hingga menengah (sekitar lantai 3–9)
merupakan zona dengan kecenderungan simpangan terbesar. Analisis probabilitas
menunjukkan bahwa peluang struktur mencapai kondisi LS meningkat pada nilai
RSA(T1) sekitar 0,106–0,125 g untuk gempa dekat dan 0,116–0,117 g untuk gempa
jauh, sedangkan kondisi NC memerlukan intensitas gempa yang lebih tinggi. Hasil
ini menunjukkan bahwa metode respons spektrum linear mampu memberikan
estimasi awal perilaku struktur secara efisien serta menggambarkan pengaruh
perbedaan karakteristik gempa terhadap kinerja gedung bertingkat.