DSpace Repository

ANALISIS PENGARUH VARIASI PERSENTASE FLY ASH DAN KALSIUM OKSIDA SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR BERSERAT SABUT KELAPA (Studi Penelitian)

Show simple item record

dc.contributor.author ARDIANSYAH, MUHAMMAD DAFFA
dc.date.accessioned 2026-10-06T06:25:33Z
dc.date.available 2026-10-06T06:25:33Z
dc.date.issued 2026-08-31
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32088
dc.description.abstract Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi persentase Fly ash (FA) dan Kalsium oksida (CaO) sebagai bahan pengganti sebagian semen, serta pengaruh penambahan serat sabut kelapa (SSK) sebagai bahan penguat tambahan, terhadap kuat tekan mortar. Mortar merupakan material komposit yang terdiri dari semen, agregat halus, air, dan bahan tambahan untuk memperbaiki sifat mekanik dan fisiknya. Fly ash dan Kalsium oksida dipilih sebagai substitusi sebagian semen karena bersifat pozzolanik dan berasal dari limbah sisa hasil pembakaran batubara serta senyawa anorganik, sedangkan serat sabut kelapa digunakan sebagai bahan penguat alami yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan melalui dua tahap pengujian kuat tekan dengan metode eksperimen laboratorium pada faktor air semen (FAS) 0,40. Tahap pertama menggunakan variasi kombinasi FA dan CaO sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% dari berat semen untuk menentukan komposisi optimum. Tahap kedua menggunakan komposisi optimum FA-CaO dengan penambahan variasi SSK sebesar 1%, 2%, dan 3% dari berat semen. Benda uji mortar berbentuk kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dibuat dan diuji kuat tekan serta berat jenis setelah perawatan perendaman selama 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi FA 3% + CaO 2% memberikan kuat tekan mortar optimum, yaitu sebesar 24,02 MPa, meningkat sekitar 3,4 kali dibandingkan mortar normal (7,15 MPa). Penambahan serat sabut kelapa pada komposisi optimum tersebut menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi pada kadar SSK 1%, yaitu sebesar 6,66 MPa, namun nilai ini masih lebih rendah dibandingkan mortar tanpa SSK, dan kuat tekan terus menurun seiring bertambahnya kadar SSK menjadi 4,06 MPa (SSK 2%) dan 5,43 MPa (SSK 3%). Berat jenis mortar cenderung meningkat pada komposisi FA-CaO yang optimum, sementara penambahan SSK pada kadar tinggi meningkatkan nilai penyerapan air mortar. Kesimpulannya, penggunaan Fly ash dan Kalsium oksida sebagai pengganti sebagian semen dengan komposisi FA 3% + CaO 2% secara signifikan dapat meningkatkan kuat tekan mortar, sedangkan penambahan serat sabut kelapa pada penelitian ini belum memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kuat tekan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan material konstruksi berbasis limbah pertanian dan peternakan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. en_US
dc.publisher umsu en_US
dc.subject Mortar en_US
dc.subject Fly Ash en_US
dc.title ANALISIS PENGARUH VARIASI PERSENTASE FLY ASH DAN KALSIUM OKSIDA SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR BERSERAT SABUT KELAPA (Studi Penelitian) en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account