Abstract:
Beton pori merupakan material konstruksi yang mampu meloloskan air ke dalam
tanah sehingga dapat mengurangi limpasan permukaan dan risiko banjir. Untuk
mendukung pembangunan berkelanjutan, penelitian ini memanfaatkan abu sabut
kelapa sebagai bahan pengganti sebagian semen guna mengurangi penggunaan
semen sekaligus memanfaatkan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh penggunaan abu sabut kelapa sebagai pengganti sebagian
semen terhadap sifat beton pori yang meliputi kuat tekan, porositas, dan
permeabilitas. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan
mengacu pada ACI 522R-10. Variasi penggantian semen menggunakan abu sabut
kelapa dilakukan sebesar 0%, 3%, 6%, dan 9% dari berat semen. Seluruh benda uji
dirawat selama 28 hari sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penambahan abu sabut kelapa sebesar 3% menghasilkan kuat tekan optimum
sebesar 4,51 MPa, meningkat 6,02% dibandingkan beton pori normal (4,25 MPa).
Pada variasi 6%, kuat tekan menjadi 4,21 MPa atau menurun 0,82%, sedangkan
pada variasi 9% turun signifikan menjadi 2,25 MPa atau mengalami penurunan
46,99%. Nilai porositas rata-rata beton normal sebesar 20,09%, sedangkan pada
variasi 3%, 6%, dan 9% berturut-turut sebesar 19,25%, 20,14%, dan 21,95%. Nilai
koefisien permeabilitas beton normal sebesar 0,48 cm/s, kemudian menurun
menjadi 0,46 cm/s pada variasi 3% (4,17%), kembali menjadi 0,48 cm/s pada
variasi 6% (0%), dan meningkat menjadi 0,50 cm/s pada variasi 9% (4,17%).
Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan abu sabut kelapa sebesar 3% merupakan
variasi optimum karena mampu meningkatkan kuat tekan tanpa mengurangi
karakteristik hidrolik beton pori secara signifikan.