| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi ideologi
Muhammadiyah memengaruhi implementasi pendidikan Islam inklusif di
Kabupaten Mandailing Natal, serta bagaimana strategi tersebut menjawab
tantangan era bonus demografi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
studi kasus pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Mandailing Natal,
penelitian ini menemukan bahwa: Pertama Terjadi pergeseran paradigma dari
pendidikan klasikal menuju pendidikan holistik-inklusif yang berakar pada
Teologi Al-Ma‟un. Kedua Pendidikan inklusif di Mandailing Natal merupakan
manifestasi dari ideologi kemajuan untuk merangkul kaum mustadh‟afin. Ketiga
Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur dan kurangnya Guru
Profesionalitas. Keempat Strategi Muhammadiyah dalam menghadapi bonus
demografi dilakukan melalui vokasionalisme inklusif dan digitalisasi pendidikan
untuk memastikan keterserapan tenaga kerja yang setara. Hasil penelitian
menyimpulkan bahwa penguatan ideologi Muhammadiyah menjadi kunci
keberhasilan pendidikan inklusif di tingkat lokal dalam mencetak generasi emas
yang kompetitif dan berakhlak. Transformasi paradigma Muhammadiyah di
Mandailing Natal merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan bonus
demografi. Pendidikan inklusif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan
ideologis untuk menciptakan inklusivitas sosial. Penelitian ini merekomendasikan
perlunya penguatan sinergi antara organisasi Muhammadiyah, pemerintah daerah,
dan masyarakat untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang setara di Bumi
Gordang Sambilan. |
en_US |