Abstract:
Stres pada remaja merupakan permasalahan yang semakin kompleks di
lingkungan sekolah, namun metode identifikasi yang digunakan selama ini masih
bersifat konvensional dan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
dan mengimplementasikan metode Profile Matching dalam mendiagnosis tingkat
stres pada remaja di SMA Negeri 1 Portibi, serta membangun sistem informasi
berbasis web sebagai alat bantu bagi guru Bimbingan Konseling (BK).
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan
Kepala Bagian BK, menghasilkan delapan kriteria diagnosis stres yang mencakup
frekuensi overthinking, gangguan tidur, kehilangan minat belajar, gejala fisik
akibat stres, perubahan emosi, interaksi sosial, kecenderungan perfeksionisme,
serta keseimbangan akademik dan nonakademik. Data dari 12 siswa sebagai
responden dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis
menggunakan metode Profile Matching dengan membandingkan profil aktual
siswa terhadap profil ideal yang telah ditetapkan. Kriteria dibagi menjadi core
factor (60%) dan secondary factor (40%) untuk menghasilkan nilai total sebagai
dasar diagnosis. Hasil analisis menunjukkan bahwa 2 siswa (16,7%) berada pada
kategori stres rendah, 4 siswa (33,3%) berada pada kategori stres sedang, dan 6
siswa (50%) berada pada kategori stres tinggi. Sistem yang dibangun
menggunakan XAMPP dan Sublime Text, diuji menggunakan metode Black Box
Testing, dan seluruh fungsi sistem berjalan dengan valid. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa metode Profile Matching efektif diterapkan dalam
diagnosis stres remaja secara objektif, konsisten, dan terstruktur, sehingga dapat
membantu pihak sekolah dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran.