Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31601
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSANTIAWAN, ANISA-
dc.date.accessioned2026-06-09T03:28:09Z-
dc.date.available2026-06-09T03:28:09Z-
dc.date.issued2026-04-18-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31601-
dc.description.abstractPerbedaan agama merupakan bagian dari isu sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Keberagaman ini menuntut adanya sikap saling menghormati dan toleransi agar tercipta kehidupan yang harmonis. Namun, dalam praktiknya, toleransi beragama tidak selalu berjalan dengan ideal, terutama di lingkungan sosial seperti sekolah dan pergaulan remaja yang masih dalam proses memahami nilai-nilai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi toleransi beragama dalam film pendek” Berdoa, Mulai”. Film ini dipilih karena mengangkat tema keberagaman agama dalam kehidupan remaja, khususnya melalui tokoh utama yang berasal dari latar belakang agama minoritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang menganalisis makna tanda melalui dua tataran, yaitu denotasi dan konotasi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari adegan, dialog, serta simbol yang terdapat dalam film Berdoa Mulai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi terhadap potongan adegan yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotasi sebagai makna yang tampak secara langsung, serta makna konotasi sebagai makna yang lebih dalam terkait nilai toleransi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Berdoa Mulai merepresentasikan toleransi beragama melalui berbagai bentuk interaksi sosial, seperti sikap saling menghormati, kebersamaan, serta proses adaptasi individu terhadap lingkungan yang berbeda. Tokoh utama sebagai minoritas tetap dapat berinteraksi dengan lingkungan mayoritas tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Namun, film ini juga menunjukkan bahwa toleransi tidak selalu berjalan secara ideal, karena masih terdapat dominasi mayoritas dan perbedaan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.en_US
dc.publisherumsuen_US
dc.subjectToleransi Beragamaen_US
dc.subjectFilm Pendeken_US
dc.titleANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI TOLERANSI BERAGAMA DALAM FILM PENDEK ”BERDOA, MULAI” DI CHANNEL YOUTUBE DEGRADIANS STUDIOen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Communication Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI ANISA SANTIAWAN.pdfFull Text1.66 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.