Abstract:
Pertumbuhan penduduk di Kota Medan berdampak pada peningkatan volume
sampah harian yang kini telah melampaui kapasitas TPA Terjun. Sebagai solusi,
Kabupaten Deli Serdang dipilih menjadi wilayah penopang untuk lokasi TPA baru
karena ketersediaan lahan yang lebih luas. Namun, pemilihan lokasi TPA
merupakan masalah kompleks yang melibatkan berbagai kriteria teknis dan
lingkungan. Tujuan topik ini diteliti adalah untuk mengembangkan Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) yang objektif menerapkan kombinasi metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Geographic Information System (GIS).
GIS difungsikan untuk mengolah data spasial guna memperoleh alternatif lokasi,
sedangkan AHP digunakan untuk pembobotan kriteria dan perankingan alternatif.
Kriteria yang digunakan meliputi jarak dari sungai, jarak dari pemukiman,
kemiringan lereng, dan tingkat kerawanan banjir. Penelitian ini menunjukkan hasil
bahwa sistem berbasis web ini berhasil memberikan rekomendasi lokasi TPA yang
layak secara terstruktur. Berdasarkan hasil perankingan, Kecamatan Percut Sei
Tuan menempati urutan prioritas terbesar dengan persentase 61,91%, disusul oleh
Kecamatan Hamparan Perak (19,11%) dan Kecamatan Sinembah Tanjung Muda
Hilir (18,98%). Diharapkan metode ini akan membantu pemerintah daerah dalam
membuat keputusan yang lebih tepat, terbuka, dan bertanggung jawab secara
ekologis.