Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31124
Title: DAMPAK HAMBATAN PSIKOSOSIAL MASYARAKAT TERKAIT MARAKNYA TAWURAN DI MEDAN BELAWAN
Authors: -, SOLIA
Keywords: Hambatan Psikososial;Konflik Sosial
Issue Date: 11-Mar-2026
Publisher: umsu
Abstract: Fenomena konflik sosial dalam bentuk tawuran masih menjadi permasalahan kompleks di masyarakat, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kondisi psikososial. Hambatan psikososial seperti lemahnya kontrol sosial, rendahnya kualitas interaksi, dan tekanan lingkungan diduga berkontribusi terhadap konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hambatan psikososial masyarakat terhadap konflik sosial (tawuran). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait dalam merancang pencegahan konflik sosial melalui pendekatan psikososial dan peningkatan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan 72 orang responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hambatan Psikososial Masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konflik Sosial (Tawuran). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,548 yang berarti bahwa 54,8% variasi Konflik Sosial (Tawuran) dapat dijelaskan oleh Hambatan Psikososial Masyarakat, sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hambatan Psikososial Masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konflik Sosial (Tawuran). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,548 yang berarti bahwa 54,8% variasi Konflik Sosial (Tawuran) dapat dijelaskan oleh Hambatan Psikososial Masyarakat, sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi psikososial masyarakat memiliki peran yang signifikan dalam memicu konflik sosial. Semakin tinggi hambatan psikososial, maka semakin tinggi pula potensi terjadinya tawuran.
URI: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31124
Appears in Collections:Communication Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI SOLIA.pdfFull Text4.45 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.