Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31092| Title: | REPRESENTASI HUMAN INTEREST PADA FOTO PEMULUNG ANAK-ANAK DALAM MAJALAH SERATAMATA EDISI 1 |
| Authors: | MAURIFA, ALFREZA |
| Keywords: | Human Interest;Representasi Visual |
| Issue Date: | 10-Apr-2026 |
| Publisher: | umsu |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi human interest pada foto pemulung anak-anak yang dimuat dalam Majalah Seratamata Edisi 1. Fenomena anak-anak yang bekerja sebagai pemulung merupakan realitas sosial yang masih sering ditemukan di wilayah perkotaan dan mencerminkan adanya ketimpangan sosial serta kemiskinan struktural. Dalam konteks media visual, fotografi jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi peristiwa, tetapi juga berperan dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap realitas sosial yang ditampilkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana makna kemanusiaan dan empati dibangun melalui representasi visual anak-anak pemulung dalam media cetak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Data utama penelitian berupa foto-foto pemulung anak-anak dalam Majalah Seratamata Edisi 1 yang dianalisis sebagai teks visual. Analisis dilakukan melalui tiga tahap pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Selain itu, analisis konotatif juga menggunakan enam prosedur fotografi Barthes, yaitu trick effect, pose, object, photogenia, aestheticism, dan syntax, untuk mengungkap makna serta pesan sosial yang terkandung dalam foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto-foto pemulung anak-anak dalam Majalah Seratamata merepresentasikan nilai human interest yang kuat melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta latar lingkungan tempat pembuangan sampah yang menjadi ruang aktivitas mereka. Pada tingkat denotasi, foto menampilkan aktivitas anak-anak yang mengumpulkan barang bekas. Pada tingkat konotasi, visual tersebut memunculkan makna tentang perjuangan hidup, beban ekonomi, dan kondisi sosial yang memaksa anak-anak bekerja sejak usia dini. Sementara itu, pada tingkat mitos, foto merepresentasikan realitas kemiskinan struktural dalam masyarakat perkotaan, di mana masa kanak-kanak tidak selalu identik dengan bermain dan pendidikan. Dengan demikian, foto-foto tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai media yang membangun empati serta kesadaran sosial pembaca terhadap kehidupan anak-anak pemulung. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31092 |
| Appears in Collections: | Communication Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI ALFREZA MAURIFA.pdf | Full Text | 7 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.