Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31012
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorRANGKUTI, ROSIDATUL MAULIZA-
dc.date.accessioned2026-05-18T07:25:16Z-
dc.date.available2026-05-18T07:25:16Z-
dc.date.issued2026-04-11-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31012-
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permintaan kecambah DxP Simalungun serta menentukan Safety Stock dan Reorder Point (ROP) yang optimal guna mendukung perencanaan persediaan agar ketersediaan benih terjaga secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) untuk peramalan permintaan dan metode manajemen persediaan untuk perhitungan Safety stock dan ROP dengan menggunakan data sekunder yang dianalisis melalui EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah ARIMA (1,1,2) dengan data stasioner pada tingkat level, serta hasil Forecasting periode Januari 2026–Desember 2027 menunjukkan tren meningkat dengan fluktuasi yang relatif stabil. Nilai RMSE sebesar 114.119.5 dan MAE sebesar 71.469.35 menunjukkan model layak digunakan sebagai dasar perencanaan. Berdasarkan rata-rata permintaan sebesar 124.696 butir per bulan dan lead time produksi 3 bulan, diperoleh Safety stock sebesar 374.086 butir dan reorder point sebesar 748.178 butir, yang menjadi acuan perusahaan untuk melakukan produksi kembali guna menghindari risiko kekurangan stok (Stockout).en_US
dc.publisherumsuen_US
dc.subjectPeramalan Permintaanen_US
dc.subjectARIMA, Safety Stocken_US
dc.titleANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN KECAMBAH DxP SIMALUNGUN DI PTPN IV UNIT USAHA BALAI BENIH ADOLINA KECAMATAN PERBAUNGANen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI_ROSIDATUL MAULIZA RANGKUTI.pdfFull Text2.36 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.