Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30776Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | Munthe, Imas Putri | - |
| dc.date.accessioned | 2026-05-09T03:55:19Z | - |
| dc.date.available | 2026-05-09T03:55:19Z | - |
| dc.date.issued | 2024-07-28 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30776 | - |
| dc.description.abstract | Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu dari sepuluh penyebab kematian terbesar di dunia dan menempati urutan kedua penyakit menular paling mematikan. Setiap tahunnya, sekitar 10 juta orang terinfeksi tuberkulosis dengan angka kematian mencapai 1,5 juta kasus, di mana 43% di antaranya berasal dari kawasan Asia Tenggara dan Indonesia menempati urutan kedua terbanyak. Upaya penanggulangan tuberkulosis terkendala oleh keterbatasan pengembangan obat baru selama lebih dari lima dekade. Uji Resazurin Microtiter Assay (REMA), yang direkomendasikan WHO, menjadi metode alternatif dalam menentukan konsentrasi hambat minimum (MIC) dan resistensi obat Mycobacterium tuberculosis. Daun legundi (Vitex trifolia L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas anti-tuberkulosis melalui mekanisme disrupsi membran sel bakteri dan denaturasi protein. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas anti-tuberkulosis ekstrak etanol daun legundi terhadap M. tuberculosis secara in vitro melalui penentuan nilai MIC. Metode: Ekstrak etanol daun legundi diperoleh dengan maserasi etanol 96% dan diuji aktivitas antimikobakterinya terhadap M. tuberculosis H37Rv menggunakan metode Resazurin Microtiter Assay (REMA) diuji dalam tiga konsentrasi berbeda yaitu 2,5%; 1,25%; dan 0,625%. Rifampisin digunakan sebagai kontrol positif, dan nilai MIC ditetapkan sebagai konsentrasi terendah yang menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil: Ekstrak etanol daun legundi menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan M. tuberculosis dengan nilai MIC sebesar 0,625%, sedangkan rifampisin memiliki konsentrasi hambat minimum sebesar 0,25 μg/mL. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun legundi memiliki potensi sebagai anti tuberkulosis | en_US |
| dc.subject | Tuberkulosis | en_US |
| dc.subject | Vitex trifolia | en_US |
| dc.subject | REMA | en_US |
| dc.subject | Anti-tuberkulosis | en_US |
| dc.subject | MIC | en_US |
| dc.title | Menggali Potensi Anti-tuberkulosis: Penilaian Konsentrasi Hambat Minimum Ekstrak Etanol Daun Legundi (Vitex trifolia L.) melalui Uji Microplate Resazurin (REMA) Secara In-Vitro | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Master of Biomedicine | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| dr. Imas Putri Munthe.pdf | 1.37 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.