Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30710Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | EDRIA, DEMA DWI SURYA | - |
| dc.date.accessioned | 2026-05-05T01:05:12Z | - |
| dc.date.available | 2026-05-05T01:05:12Z | - |
| dc.date.issued | 2026-01-22 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30710 | - |
| dc.description.abstract | Komponen aktif sambiloto (Andrographis paniculata), andrographolide, dikenal karena kemampuannya untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh, melawan bakteri, dan mengurangi peradangan. Herba ini kaya akan manfaat kesehatan. Peralatan yang terpasang pada tas sadel akan dikeringkan dalam penelitian ini menggunakan efek Peltier. Teknologi pengeringan Peltier dapat mengurangi dampak buruk kelembapan tinggi terhadap sifat fisik sambiloto, seperti degradasi warna dan teksturnya. Penelitian ini akan menganalisis sifat kimia dan fisik tanah sambiloto menggunakan probe kelembapan Peltier. Penelitian ini akan melacak tekanan udara, aktivitas udara, dan keberadaan agen penyegel tanah aktif setelah penetrasi untuk mengembangkan metode penetrasi yang lebih baik dan lebih aman. Peneliti menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan mempertimbangkan dua variabel: jumlah bahan bakar (105-270 gram) dan durasi memasak (7-12 jam). Yang perlu dinilai adalah konsentrasi antioksidan, aroma organoleptik, warna (L*, a*, b*), dan kelarutan dalam air. Studi ini menemukan bahwa durasi pertumbuhan tanaman secara signifikan memengaruhi profil aroma dan rasa, serta kandungan udara kering, metrik warna (L*, a*, b*), dan waktu yang dibutuhkan untuk menanam bola akar. Pada radar, terdapat hubungan terbalik yang signifikan (p<0,01) antara jumlah bahan dalam nosel sambiloto dan kadar antioksidan, kandungan udara, parameter warna L*, a*, b*, dan karakteristik rasa dan aroma organoleptik. Hubungan antara jumlah bahan baku dan lamanya pengeringan secara signifikan dipengaruhi (p<0,01) oleh parameter antioksidan, kelembaban udara, metrik warna L*, a*, b*, dan evaluasi organoleptik aroma dan rasa saat mengeringkan sambiloto basah. Baik Anda menguji antioksidan setelah 10 menit penanaman atau setelah 7 menit, jumlah benih yang Anda gunakan sangat memengaruhi seberapa cepat benih tersebut berkecambah. | en_US |
| dc.publisher | UMSU | en_US |
| dc.subject | Andrographis paniculata | en_US |
| dc.subject | Sifat Fisiko Kimia | en_US |
| dc.subject | Daun Kering Sambiloto | en_US |
| dc.subject | Pengeringan Dehumidifikasi | en_US |
| dc.subject | Pendingin Efek Peltier | en_US |
| dc.title | SIFAT FISIKO KIMIA DAUN KERING SAMBILOTO (Andrographis paniculata) pada PENGERINGAN DEHUMIDIFIKASI MENGGUNAKAN PENDINGIN EFEK PELTIER | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Food Technology | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI EDRIA DEMA DWI SURYA 2104310010.pdf | Full Text | 3.73 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.