Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30499Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | APRIA, TRI KUSMAWAN | - |
| dc.date.accessioned | 2026-04-24T04:27:08Z | - |
| dc.date.available | 2026-04-24T04:27:08Z | - |
| dc.date.issued | 2026-04-10 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30499 | - |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi risiko dalam upaya pencegahan pelecehan seksual di lingkungan sekolah oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Labuhanbatu. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih tingginya kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah serta pentingnya peran komunikasi dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan sejak dini pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pihak Dinas PPPA Kabupaten Labuhanbatu, yaitu Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, serta Kepala UPTD PPA. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi risiko yang dilakukan Dinas PPPA Kabupaten Labuhanbatu meliputi penentuan komunikator yang kompeten, penyusunan pesan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa, serta penggunaan media komunikasi yang bervariasi seperti sosialisasi langsung, video edukasi, dan media sosial. Sasaran utama komunikasi adalah Peserta didiktingkat SMA dengan pendekatan yang interaktif dan kontekstual. Selain itu, strategi komunikasi juga didukung oleh kolaborasi antar lembaga serta adanya peran UPTD dalam penanganan lanjutan kasus. Meskipun demikian, masih terdapat hambatan seperti rendahnya keberanian Peserta didikuntuk melapor dan adanya stigma sosial. Kesimpulannya, strategi komunikasi risiko yang diterapkan sudah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, namun perlu penguatan pada aspek keberanian melapor dan keberlanjutan program agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari pelecehan seksual. | en_US |
| dc.publisher | UMSU | en_US |
| dc.subject | Strategi Komunikasi Risiko | en_US |
| dc.subject | Pelecehan Seksual | en_US |
| dc.subject | Lingkungan Sekolah | en_US |
| dc.subject | Dinas PPPA | en_US |
| dc.subject | Pencegahan | en_US |
| dc.title | STRATEGI KOMUNIKASI RISIKO DALAM UPAYA PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH OLEH DINAS PPPA KABUPATEN LABUHANBATU | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Communication Studies | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Skripsi_Apria Tri Kusmawan.pdf | Full Text | 7.13 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.