Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30227| Title: | HUBUNGAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DAN SEDENTARY LIFESTYLE DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMA NEGERI 2 TEBING TINGGI |
| Authors: | ADITAMA, HIKMAH PUTRI |
| Keywords: | remaja;minuman berpemanis;sedentary lifestyle;gizi lebih |
| Issue Date: | 3-Feb-2026 |
| Abstract: | Pendahuluan: Gizi lebih pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, seperti sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular. Perubahan gaya hidup remaja, khususnya meningkatnya konsumsi minuman berpemanis serta tingginya perilaku sedentary, diduga berperan penting dalam peningkatan kejadian gizi lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi minuman berpemanis dan sedentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa usia 15–17 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Konsumsi minuman berpemanis diukur menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedentary lifestyle dinilai menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), dan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 52% responden memiliki konsumsi minuman berpemanis berlebih dan 78% responden memiliki sedentary lifestyle tinggi. Prevalensi gizi lebih (overweight dan obesitas) ditemukan sebesar 43%. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian gizi lebih (p=0,000) serta antara sedentary lifestyle dengan kejadian gizi lebih (p=0,010). Kesimpulan: Konsumsi minuman berpemanis dan sedentary lifestyle berhubungan secara signifikan dengan kejadian gizi lebih pada remaja. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi serta peningkatan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko gizi lebih pada remaja. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30227 |
| Appears in Collections: | Medical science |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| HIKMAH PUTRI ADITAMA.pdf | 2.3 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.