Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30216
Title: PERBANDINGAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) DENGAN VITAMIN C MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)
Other Titles: NURUL AISYAH
Authors: AISYAH, NURUL
Keywords: Antioksidan;DPPH;IC50;Orthosiphon aristatus;Vitamin C
Issue Date: 11-Dec-2025
Abstract: Pendahuluan: Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat memicu stres oksidatif ketika produksinya melebihi kapasitas sistem pertahanan tubuh. Kondisi ini dapat merusak komponen seluler dan berperan dalam proses terjadinya berbagai penyakit degeneratif, seperti penuaan dini, kanker, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan diperlukan untuk menetralkan radikal bebas sehingga mampu mencegah atau memperlambat kerusakan oksidatif. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dikenal sebagai tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan. Namun, tingkat efektivitasnya perlu dibandingkan dengan antioksidan standar seperti vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun kumis kucing dengan vitamin C menggunakan metode DPPH. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dimulai dengan pembuatan ekstrak daun kumis kucing, larutan uji dengan konsentrasi 10– 50 ppm untuk ekstrak dan 1–5 ppm untuk vitamin C, serta pengukuran absorbansi larutan uji pada panjang gelombang 517 nm sebanyak tiga replikasi. Nilai IC50 diperoleh menggunakan analisis regresi linear, dan perbandingan antara kedua kelompok dilakukan dengan Independent Sample t-test. Hasil: Ekstrak daun kumis kucing memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 29,38 ppm; 33,39 ppm; dan 30,36 ppm. Vitamin C juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 1,31 ppm; 0,85 ppm; dan 0,15 ppm. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Kesimpulan: Vitamin C memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dibandingkan ekstrak metanol daun kumis kucing.
URI: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30216
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
NURUL AISYAH.pdf3.13 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.