Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30127
Title: PENGARUH TERAPI ANTIBIOTIK DOSIS TUNGGAL ATAU KOMBINASI TERHADAP LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2020-2024
Authors: NABILA
Keywords: Pneumonia Anak;Antibiotik;Lama Rawat Inap;Ceftriaxone;Terapi Kombinasi
Issue Date: 26-Jan-2026
Abstract: Pendahuluan: Pneumonia komunitas masih menjadi penyebab utama morbiditas dan rawat inap pada anak. Pemilihan regimen antibiotik empiris serta respons klinis terhadap terapi berperan penting dalam menentukan lama rawat inap. Namun, data mengenai pola penggunaan antibiotik dan hubungannya dengan lama rawat inap pneumonia anak di rumah sakit rujukan daerah masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pola penggunaan antibiotik dan hubungannya dengan lama rawat inap pada pasien pneumonia komunitas anak yang dirawat di RSU Haji Medan. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien pneumonia komunitas anak yang menjalani rawat inap di RSU Haji Medan periode 2020– 2024. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik pasien, regimen antibiotik (tunggal dan kombinasi), serta lama rawat inap. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi data, sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk menilai perbedaan lama rawat inap antar kelompok terapi antibiotik menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil: Sebagian besar pasien merupakan anak usia <5 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin generasi ketiga, terutama ceftriaxone, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Median lama rawat inap pada kelompok terapi kombinasi lebih singkat dibandingkan kelompok terapi tunggal, dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik (p<0,05). Kesimpulan: Penggunaan antibiotik sefalosporin generasi ketiga mendominasi terapi pneumonia komunitas anak di RSU Haji Medan. Terdapat perbedaan lama rawat inap yang signifikan antara kelompok terapi antibiotik tunggal dan kombinasi. Lama rawat inap tidak hanya dipengaruhi oleh regimen antibiotik, tetapi juga oleh respons klinis dan waktu pencapaian stabilitas klinis pasien.
URI: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30127
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
NABILA.pdf2.56 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.