Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30098| Title: | HUBUNGAN YOGA TERHADAP GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA WANITA USIA REPRODUKTIF |
| Other Titles: | Arif Satria Susilo Tarigan |
| Authors: | Tarigan, Arif Satria Susilo |
| Keywords: | Yoga;Premenstrual Syndrome;Self-efficacy;Wanita usia reproduktif |
| Issue Date: | 6-Dec-2025 |
| Abstract: | Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosional, dan psikologis yang muncul 7–14 hari sebelum menstruasi. PMS dialami oleh 75% wanita usia subur di dunia, dan prevalensinya di Indonesia mencapai 80–90%. Yoga dikenal sebagai terapi non-farmakologis yang mampu menurunkan stres, menyeimbangkan hormon, dan meningkatkan relaksasi melalui teknik pernapasan, postur (asana), dan meditasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara yoga terhadap gejala premenstrual syndrome (PMS) pada wanita usia reproduktif di Club Yoga Fit Medan. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 51 wanita usia reproduktif yang mengikuti yoga minimal 6 bulan. Gejala PMS diukur menggunakan Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF), sedangkan yoga (self-efficacy yoga) diukur dengan Yoga Self-Efficacy Scale (YSES). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden tidak mengalami gejala PMS yaitu 43 orang (84,3%), sedangkan gejala ringan dialami 8 orang (15,7%). Tingkat self-efficacy yoga mayoritas berada pada kategori tinggi (51%) dan sangat tinggi (37,2%). Hasil uji Fisher’s Exact menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara yoga dengan gejala PMS. Semakin tinggi self-efficacy yoga, semakin rendah tingkat gejala PMS yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara yoga dan penurunan gejala PMS pada wanita usia reproduktif. Yoga berperan dalam menurunkan stres, menyeimbangkan hormon, meningkatkan endorfin, serta mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Yoga dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis untuk mengelola PMS. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30098 |
| Appears in Collections: | Medical science |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Arif Satria Susilo Tarigan.pdf | 3.05 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.