Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media online Kompas.com
dan Detik.com membingkai pemberitaan mengenai kasus seorang terduga pencuri
ayam yang tewas setelah dihajar massa, khususnya dalam menggambarkan tangisan
dan kondisi anak korban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman. Model Entman
digunakan melalui empat elemen analisis, yaitu Define Problems (pendefinisian
masalah), Diagnose Causes (memperkirakan penyebab masalah), Make Moral
Judgement (membuat keputusan moral), dan Treatment Recommendation
(menekankan penyelesaian masalah). Data penelitian berupa teks berita yang
dipublikasikan oleh Kompas.com dan Detik.com terkait kasus tersebut. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap pemberitaan yang relevan,
sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengategorikan, dan
membandingkan unsur framing pada kedua media. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Kompas.com dan Detik.com memiliki cara yang berbeda dalam
mengonstruksi realitas pemberitaan. Kompas.com cenderung menonjolkan sisi
kemanusiaan, kondisi keluarga, serta dampak psikologis yang dialami anak korban,
sehingga pemberitaan memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek sosial dan
kemanusiaan. Sementara itu, Detik.com cenderung menekankan kronologi
peristiwa, proses hukum, pihak-pihak yang terlibat, serta perkembangan kasus
secara faktual. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap media memiliki
sudut pandang dan strategi dalam memilih serta menonjolkan aspek tertentu dari
suatu peristiwa. Dengan demikian, framing pemberitaan tidak hanya
menyampaikan fakta, tetapi juga membentuk pemaknaan khalayak terhadap suatu
peristiwa melalui pemilihan fakta, penekanan informasi, dan penyusunan berita.