Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan estetika visual
dari dua video musik Indonesia "Tak Ada Ujungnya" karya Rony Parulian dan
"Segalanya Itu Kamu" karya David Bayu dengan menggunakan model sistem
formal David Bordwell. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif
yang dipadukan dengan pendekatan komparatif. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi langsung terhadap karya audiovisual yang tersedia di YouTube.
Analisis berfokus pada empat elemen utama sistem formal Bordwell: mise-enscène, sinematografi, editing, dan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kedua video tersebut menerapkan pendekatan estetika visual yang kontras, namun
keduanya sama-sama efektif dalam membangun narasi dan menggugah emosi
penonton. "Tak Ada Ujungnya" menampilkan estetika yang dicirikan oleh nuansa
melankolis dan kesendirian melalui penggunaan ruang publik yang sepi,
pencahayaan low-key, pengambilan gambar jarak jauh long shot yang mengisolasi
sosok subjek, serta palet warna bernuansa dingin cool-toned. Sebaliknya,
"Segalanya Itu Kamu" mengusung estetika retro-vintage yang hangat dan dinamis,
dengan mengutamakan ruang terbuka, pencahayaan ala golden hour disertai efek
lens flare, teknik pengambilan gambar genggam handheld, rasio aspek 4:3, dan
pewarnaan bernuansa keemasan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi
bidang studi komunikasi audiovisual serta menjadi referensi praktis bagi para
profesional kreatif mengenai integrasi elemen-elemen sinematik untuk
menyampaikan resonansi emosional sebuah lagu.