Abstract:
Penelitian ini menganalisis pengaruh waktu perendaman serat tebu dalam larutan
NaOH 5% terhadap sifat mekanik komposit polyester. Penelitian dilakukan
menggunakan metode eksperimen dengan komposisi 60% resin polyester dan 40%
serat tebu. Perlakuan serat terdiri atas tanpa perlakuan alkali serta perendaman
selama 1, 3, 5, 7, dan 9 jam. Spesimen dibuat berdasarkan standar ASTM E8 dan
diuji tarik untuk menentukan tegangan tarik, regangan tarik, dan modulus
elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan waktu perendaman
NaOH 5% memengaruhi ketiga parameter mekanik tersebut dan menghasilkan
kecenderungan yang tidak linier. Tegangan tarik tanpa perlakuan sebesar 6 MPa,
kemudian menurun menjadi 4,6 MPa pada 1 jam, meningkat menjadi 5,5 MPa pada
3 dan 5 jam, kembali mencapai 6 MPa pada 7 jam, dan mencapai nilai tertinggi 7
MPa pada 9 jam. Regangan tarik tertinggi sebesar 0,0192 diperoleh pada
perendaman 7 jam, sedangkan modulus elastisitas tertinggi sebesar 853,6 MPa
diperoleh pada perendaman 9 jam dengan regangan 0,0082. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa perendaman 9 jam memberikan kinerja mekanik paling
optimal karena menghasilkan tegangan tarik dan modulus elastisitas tertinggi
sekaligus regangan tarik terendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlakuan alkali
pada waktu tersebut memberikan perubahan permukaan serat yang mendukung
peningkatan ikatan antara serat tebu dan matriks polyester, sehingga transfer beban
menjadi lebih efektif. Dengan demikian, variasi waktu perendaman merupakan
faktor penting dalam menentukan karakteristik mekanik komposit polyester
berpenguat serat tebu, dengan 9 jam sebagai perlakuan terbaik pada rentang variasi
yang diteliti.