Abstract:
Material komposit berbasis serat alam terus dikembangkan sebagai alternatif
material yang ringan dan dapat memanfaatkan limbah pertanian. Salah satu serat
alam yang dapat digunakan sebagai bahan penguat komposit adalah serat tebu
(bagasse). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan lentur material
komposit resin polyester berpenguat serat tebu serta mengetahui pengaruh variasi
waktu perendaman serat tebu dalam larutan NaOH 5%. Variasi waktu perendaman
yang digunakan adalah tanpa perlakuan, 1 jam, 3 jam, 5 jam, 7 jam, dan 9 jam.
Material komposit dibuat dengan komposisi 60% resin polyester dan 40% serat tebu
menggunakan metode hand lay-up. Pengujian lentur dilakukan menggunakan
Universal Testing Machine (UTM) dengan spesimen yang mengacu pada standar
ASTM D3410. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gaya maksimum dan
tegangan lentur berbeda pada setiap variasi waktu perendaman. Spesimen tanpa
perlakuan alkali menghasilkan gaya maksimum sebesar 175 N dan tegangan lentur
sebesar 196,88 MPa. Nilai terendah diperoleh pada perendaman 1 jam, yaitu gaya
maksimum sebesar 165 N dan tegangan lentur sebesar 185,63 MPa. Nilai tertinggi
diperoleh pada perendaman 7 jam dengan gaya maksimum sebesar 190 N dan
tegangan lentur sebesar 213,75 MPa. Pada perendaman 9 jam, nilai tegangan lentur
menurun menjadi 208,13 MPa. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan alkali
NaOH 5% dengan variasi waktu perendaman memberikan pengaruh terhadap
kekuatan lentur material komposit. Namun, hasil terbaik diperoleh pada waktu
perendaman 7 jam.