Abstract:
Turbin uap merupakan mesin yang berperan penting dalam proses pembangkitan
tenaga di industri. Salah satu komponen utama yang memengaruhi keandalan turbin
adalah bearing, karena berfungsi menopang poros rotor selama beroperasi.
Kerusakan atau keausan bearing dapat meningkatkan tingkat getaran yang
berdampak pada penurunan kinerja turbin. Penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan tingkat getaran bearing turbin uap sebelum dan sesudah overhaul
serta mengetahui pengaruh overhaul terhadap penurunan tingkat getaran. Penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh
melalui pengukuran getaran menggunakan vibration meter pada dua bearing dengan
arah pengukuran horizontal, vertikal, dan aksial. Data kemudian dianalisis secara
deskriptif dengan membandingkan nilai getaran sebelum dan sesudah overhaul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata getaran sebelum overhaul
sebesar 4,4 mm/s, sedangkan sesudah overhaul menurun menjadi 2,3 mm/s. Yang
menunjukkan bahwa proses overhaul berhasil meningkatkan kondisi mekanis
bearing dan kestabilan putaran poros turbin. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa overhaul berpengaruh positif dalam menurunkan tingkat
getaran bearing turbin uap. Pengukuran getaran dapat digunakan sebagai indikator
untuk mengevaluasi efektivitas pemeliharaan dan mendukung penerapan predictive
maintenance pada turbin uap.