| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, risiko
transaksi, dan kemudahan penggunaan terhadap penggunaan Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS) dengan literasi digital sebagai variabel mediasi pada
pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Sibolga. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian
berjumlah 130 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan
Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan
SmartPLS 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan (β=0,404;
t=5,063; p=0,000), risiko transaksi (β=0,207; t=3,879; p=0,000), dan kemudahan
penggunaan (β=0,337; t=3,792; p=0,000) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap literasi digital. Literasi keuangan (β=0,188; t=2,945; p=0,003), risiko
transaksi (β=0,159; t=2,418; p=0,016), kemudahan penggunaan (β=0,254; t=3,621;
p=0,000), dan literasi digital (β=0,295; t=4,138; p=0,000) juga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap penggunaan QRIS. Literasi digital terbukti memediasi
pengaruh literasi keuangan (β=0,119; p=0,001), risiko transaksi (β=0,061;
p=0,006), dan kemudahan penggunaan (β=0,099; p=0,003) terhadap penggunaan
QRIS. |
en_US |