Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja Buck Converter
dan Boost Converter dalam mengatur tegangan pada beban lampu LED DC 12 V/5 W,
serta menganalisis kemampuan sistem konversi daya dalam menghasilkan tegangan
keluaran yang sesuai dengan kebutuhan beban. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode eksperimen melalui pengujian langsung terhadap dua
konfigurasi converter DC-DC menggunakan beban lampu LED yang sama. Boost
Converter menggunakan sumber dua baterai 18650 yang disusun seri dengan tegangan
nominal sekitar 7,4 V, sedangkan Buck Converter menggunakan Power Supply
Switching (SMPS) dengan tegangan keluaran 24 V DC. Pengujian dilakukan dengan
mengatur tegangan keluaran converter menggunakan potensiometer atau trimpot hingga
diperoleh tegangan 12,0 V DC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) Boost
Converter mampu menaikkan tegangan dari sekitar 7,4 V menjadi 12,0 V dengan
perubahan sebesar sekitar 4,6 V, sedangkan Buck Converter menurunkan tegangan dari
24 V menjadi 12,0 V dengan perubahan sebesar 12,0 V atau menghasilkan keluaran
sebesar 50% dari tegangan masukan; (2) kedua converter menghasilkan tegangan
keluaran 12,0 V yang sesuai dengan tegangan kerja lampu LED 12 V/5 W, dengan
karakteristik Boost sebagai step-up dan Buck sebagai step-down; dan (3) kedua
konfigurasi dapat digunakan untuk menyuplai beban LED melalui proses penyesuaian
tegangan sumber, tetapi tingkat efisiensi daya dan kestabilan sistem belum dapat
ditentukan secara kuantitatif karena data arus, daya input, daya output, variasi duty
cycle, dan perubahan tegangan selama pengoperasian belum tersedia. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemilihan jenis converter perlu disesuaikan dengan karakteristik
tegangan sumber dan kebutuhan tegangan beban.