Abstract:
Bedagai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus memberikan gambaran tentang
komunikasi organisasi yang di terapkan oleh paduan masyarakat kulawarga
Kalimantan (PMKK) dalam melestarikan budaya Banjar di Kabupaten Serdang
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
penelitian berjumlah tujuh orang yang terdiri dari ketua, pengurus, dan anggota
PMKK yang dipilih berdasarkan kriteria yang sesuai dengan kebutuhan penelitian
(purposive sampling.) Teknik penjamin keabsahan data yang dilakukan adalah
triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi PMKK berperan penting
dalam mendukung pelestarian budaya Banjar. Komunikasi tersebut diwujudkan
melalui komunikasi internal yang terstruktur untuk koordinasi, serta komunikasi
eksternal yang terbuka kepada masyarakat luas. Kelompok aruh berfungsi sebagai
media komunikasi penghubung utama yang mempermudah penyampaian informasi.
Komunikasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan budaya, seperti Aruh
Mulud, Barzanji, Marhaban, dan Aruh Serubung, berfungsi sebagai media pewarisan
budaya bagi generasi muda agar dapat mengenal dan mempraktikkan tradisi secara
langsung. Pola komunikasi yang diterapkan bersifat dua arah (timbal balik) dan
partisipatif. Faktor pendukung komunikasi meliputi kepemimpinan terbuka dan
solidaritas sosial, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya keterlibatan
generasi muda, keterbatasan dokumentasi, serta pemanfaatan media sosial yang
belum optimal.