| dc.description.abstract |
Pertumbuhan kawasan permukiman yang pesat sering kali tidak diimbangi dengan
kapasitas sistem drainase yang memadai, sehingga menimbulkan genangan pada saat
hujan berintensitas tinggi. Kondisi ini terjadi pada Perumahan Bumi Asri, Kecamatan
Medan Helvetia, Kota Medan, yang beberapa ruas salurannya diduga belum direncanakan
berdasarkan kajian hidrologi dan hidraulika yang memadai. Penelitian ini bertujuan
mengetahui besarnya debit air hujan yang masuk ke kawasan tersebut, mengevaluasi
kapasitas saluran eksisting, serta merencanakan ulang dimensi saluran dan bangunan
pelengkap menggunakan bantuan software EPA SWMM 5.2. Data curah hujan harian
maksimum selama 10 tahun (2015–2024) dari Stasiun Klimatologi Sampali dianalisis
dengan beberapa metode distribusi frekuensi, dan hasil uji kecocokan menunjukkan
Distribusi Gumbel sebagai yang paling sesuai, dengan debit rencana metode rasional
sebesar 1,362 m³/detik (kala ulang 2 tahun), 1,711 m³/detik (5 tahun), dan 1,943 m³/detik
(10 tahun). Hasil evaluasi terhadap 15 ruas saluran menunjukkan bahwa Saluran Primer I
dan III masih mampu menampung debit hingga kala ulang 10 tahun, sedangkan Saluran
Primer II beserta seluruh 12 saluran sekunder tidak lagi mencukupi. Sebagai solusi,
dilakukan redesain dimensi saluran berpenampang persegi dengan kaidah hidraulis efisien
serta perencanaan kolam retensi berkapasitas 35.000 m³ untuk menampung sementara
limpasan sebelum dialirkan ke saluran drainase. Hasil simulasi ulang pada EPA SWMM
5.2 menunjukkan bahwa profil aliran menuju outfall tidak lagi mengalami peluapan,
dengan nilai continuity error di bawah 1%, sehingga sistem drainase usulan dinilai efektif
dalam mengurangi risiko genangan di kawasan Perumahan Bumi Asri. |
en_US |