Abstract:
Perancangan tata letak perumahan membutuhkan penyusunan berbagai elemen
seperti rumah, jalan, taman, dan fasilitas umum agar menghasilkan susunan yang
sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Proses perancangan tata letak secara
manual membutuhkan waktu dan memungkinkan terjadinya keterbatasan dalam
menghasilkan variasi desain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
mengembangkan aplikasi Terra Plan yang dapat menghasilkan tata letak
perumahan secara prosedural menggunakan algoritma Wave Function Collapse
(WFC) serta memvisualisasikan hasilnya menggunakan teknologi Augmented
Reality (AR). Metode pengembangan yang digunakan adalah Multimedia
Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari tahap concept, design, material
collecting, assembly, testing, dan distribution. Algoritma WFC diterapkan dengan
menggunakan grid dan aturan ketetanggaan (adjacency rules) untuk menentukan
kemungkinan penempatan objek pada setiap sel hingga terbentuk tata letak
perumahan. Hasil tata letak kemudian diterjemahkan menjadi objek tiga dimensi
dan divisualisasikan melalui teknologi AR pada perangkat Android. Pengujian
sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing, pengujian algoritma WFC,
pengujian kinerja AR, serta pengujian usability. Hasil pengujian usability
terhadap 15 responden memperoleh skor 311 dari skor maksimum 375, dengan
nilai rata-rata 4,15 dan persentase 82,93%, yang menunjukkan bahwa aplikasi
memiliki tingkat penerimaan dan usability yang baik. Berdasarkan hasil
penelitian, aplikasi Terra Plan dapat menerapkan algoritma WFC untuk
menghasilkan tata letak perumahan secara prosedural serta mengintegrasikan hasil
tersebut dengan teknologi AR sehingga dapat divisualisasikan dalam bentuk tiga
dimensi secara interaktif.