Abstract:
Bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor dapat menyebabkan
terputusnya jaringan listrik serta keterbatasan akses terhadap air bersih, sehingga
diperlukan sumber energi alternatif yang dapat mendukung sistem penyediaan air
secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis
penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,1 kWp sebagai
sumber energi untuk sistem filtrasi air bersih pascabencana di Kelurahan Aek
Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Metode
penelitian yang digunakan adalah perancangan dan analisis sistem berdasarkan data
teknis, perhitungan kebutuhan energi, serta simulasi produksi energi harian. Sistem
PLTS menggunakan dua unit panel surya monocrystalline masing-masing
berkapasitas 550 Wp yang dikonfigurasikan secara seri, inverter hybrid, dan baterai
LiFePO4 berkapasitas 24 V 200 Ah sebagai media penyimpanan energi.
Berdasarkan hasil analisis, dengan rata-rata penyinaran matahari sebesar 4,5 jam
per hari, energi teoritis yang dihasilkan sistem mencapai sekitar 4,95 kWh per hari,
sedangkan setelah memperhitungkan efisiensi sistem sebesar 80%, energi aktual
yang dihasilkan sebesar ±3,96 kWh per hari. Kebutuhan energi sistem filtrasi yang
terdiri dari pompa air dan filtrasi ultraviolet (UV) sebesar ±1,125 kWh per hari.
Dengan demikian, terdapat surplus energi sekitar ±2,835 kWh per hari setelah
memperhitungkan efisiensi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTS
berkapasitas 1,1 kWp mampu memenuhi kebutuhan energi sistem filtrasi air bersih
dan menyediakan cadangan energi melalui baterai. Sistem tersebut dinilai layak
digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung penyediaan air bersih
pada kondisi pascabencana ketika jaringan listrik konvensional tidak tersedia.