| dc.description.abstract |
Sistem transmisi merupakan komponen utama pada forklift yang berfungsi
menyalurkan tenaga dari mesin ke roda penggerak sehingga mendukung proses
perpindahan material. Kerusakan pada sistem transmisi dapat menurunkan
performa unit, meningkatkan biaya perawatan, serta menyebabkan bertambahnya
waktu henti (downtime) yang berdampak pada produktivitas operasional
perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan sistem
transmisi forklift, mengidentifikasi komponen yang paling sering mengalami
kerusakan, serta menyusun strategi perawatan yang efektif untuk meningkatkan
keandalan sistem transmisi. Penelitian dilaksanakan di PT Waruna Shipyard
Indonesia dengan objek penelitian berupa forklift Komatsu FD25T-16. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui
observasi lapangan, inspeksi visual komponen, wawancara dengan teknisi dan
operator, serta analisis data historis kerusakan. Analisis dilakukan menggunakan
diagram Fishbone (Ishikawa) dan diagram Pareto. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kerusakan sistem transmisi dipengaruhi oleh faktor mesin, material,
manusia, metode, lingkungan, dan pengukuran. Komponen yang paling sering
mengalami kerusakan adalah clutch pack (27,3%), diikuti kontaminasi oli transmisi
(21,2%), torque converter (15,2%), dan gear set (12,1%). Inspeksi visual
menunjukkan keausan kampas kopling, perubahan warna pada steel plate akibat
overheating, goresan pada piston clutch, kebocoran oil seal, serta kontaminasi oli
oleh partikel logam. Untuk mengurangi kerusakan tersebut, direkomendasikan
penerapan preventive maintenance, predictive maintenance, dan corrective
maintenance melalui penggantian oli dan filter secara berkala, inspeksi rutin,
pemantauan kondisi oli, serta peningkatan kompetensi operator. Strategi ini
diharapkan mampu menurunkan downtime, meningkatkan availability forklift,
memperpanjang umur pakai komponen transmisi, dan meningkatkan efisiensi
operasional perusahaan. |
en_US |