Abstract:
Persaingan lembaga pendidikan dasar menuntut strategi promosi Penerimaan
Peserta Didik Baru (PPDB) yang tepat sasaran. SD Swasta Muhammadiyah 28
mengalami kendala dalam menentukan wilayah prioritas promosi. Penelitian ini
bertujuan menentukan bobot kriteria dan wilayah prioritas promosi menggunakan
metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference
by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot
lima kriteria, sedangkan TOPSIS digunakan untuk merangking 12 wilayah
alternatif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah siswa existing memiliki bobot
tertinggi sebesar 38,65% dengan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0039.
Peringkat pertama adalah Pulo Brayan Darat II dengan nilai preferensi 0,7877,
diikuti Tanjung Mulia sebesar 0,7607 dan Pulo Brayan Bengkel sebesar 0,6549.
Pengujian black box menunjukkan tingkat keberhasilan sistem sebesar 100%. Hasil
penelitian dapat membantu sekolah menentukan wilayah prioritas promosi PPDB
secara lebih tepat sasaran.