| dc.description.abstract |
Mesin PS Foam Sheet Rolls Extruder merupakan mesin utama dalam proses
produksi lembaran foam polystyrene di CV Multi Buana. Tingginya frekuensi
kerusakan mesin menyebabkan meningkatnya downtime yang berdampak pada
terganggunya proses produksi dan menurunkan produktivitas perusahaan. Oleh
karena itu, diperlukan penerapan preventive maintenance untuk meningkatkan
keandalan mesin dan mengurangi risiko terjadinya kerusakan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi komponen yang paling sering mengalami
kerusakan serta menganalisis tingkat keandalan mesin menggunakan metode Mean
Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR) sebagai dasar
dalam penyusunan program preventive maintenance. Penelitian dilakukan selama
25 hari kerja dengan waktu operasi mesin 12 jam per hari, sehingga total waktu
operasi selama penelitian adalah 300 jam. Data yang digunakan berupa data jam
operasi mesin, frekuensi kerusakan, downtime, dan waktu perbaikan yang
kemudian dianalisis menggunakan rumus MTBF dan MTTR. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa selama periode penelitian terjadi 8 kali kerusakan dengan total
downtime 26 jam dan total waktu perbaikan 20 jam. Komponen heater merupakan
komponen yang paling sering mengalami kerusakan sebanyak 3 kali (37,5%),
diikuti bearing sebanyak 2 kali (25%), sedangkan thermocouple, gearbox, dan
screw masing-masing mengalami 1 kali kerusakan (12,5%). Hasil perhitungan
menunjukkan nilai MTBF sebesar 37,5 jam dan nilai MTTR sebesar 2,5 jam. Nilai
tersebut menunjukkan bahwa mesin rata-rata mengalami satu kali kerusakan setiap
37,5 jam operasi, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu kali
perbaikan rata-rata adalah 2,5 jam. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa penerapan preventive maintenance perlu difokuskan pada komponen kritis,
khususnya heater dan bearing, melalui inspeksi berkala, pelumasan rutin, serta
penggantian komponen sesuai umur pakainya. Penerapan program preventive
maintenance yang terjadwal diharapkan dapat meningkatkan nilai MTBF,
menurunkan nilai MTTR, mengurangi downtime, serta meningkatkan keandalan dan
produktivitas mesin. |
en_US |