Abstract:
Turbin uap 4 MW merupakan peralatan utama pada sistem pembangkit tenaga yang
berfungsi mengubah energi termal uap menjadi energi mekanik untuk menggerakkan
generator. Keandalan operasional turbin sangat dipengaruhi oleh kondisi bearing,
karena kerusakan komponen ini dapat menyebabkan peningkatan getaran, kenaikan
temperatur, penurunan tekanan sistem pelumasan, hingga penghentian operasi yang
berdampak pada produktivitas dan biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kondisi bearing sebelum perbaikan, mengevaluasi proses perbaikan yang
diterapkan, serta menilai efektivitasnya terhadap peningkatan keandalan operasional
turbin uap 4 MW. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif
observasional melalui observasi langsung, inspeksi visual, pengukuran clearance
menggunakan dial indicator dan feeler gauge, serta pengukuran parameter operasi
berupa getaran, temperatur bearing, temperatur oli, tekanan oli, dan laju aliran oli
sebelum dan sesudah perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum
perbaikan, journal bearing mengalami keausan, scoring, perubahan warna akibat
temperatur tinggi, dan peningkatan clearance yang menyebabkan getaran horizontal
mencapai 6,8 mm/s, temperatur bearing 82°C, tekanan oli 1,4 bar, serta laju aliran oli
48 L/menit. Setelah dilakukan penggantian journal bearing, penggantian oli dan oil
filter, flushing sistem pelumasan, serta alignment rotor, nilai getaran menurun menjadi
2,3 mm/s, temperatur bearing menjadi 64°C, tekanan oli meningkat menjadi 2,1 bar,
dan laju aliran oli menjadi 61 L/menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbaikan
bearing efektif meningkatkan kualitas sistem pelumasan, menurunkan getaran dan
temperatur operasi, serta mengembalikan kestabilan putaran rotor sehingga keandalan
operasional turbin meningkat, downtime berkurang, dan keberlangsungan operasi
pembangkit menjadi lebih andal dan efisien.