Abstract:
Deviasi arah matahari atau adalah perubahan posisi semu matahari terhadap bumi
sepanjang tahun akibat kemiringan sumbu rotasi bumi (23,45°) terhadap bidang
ekliptika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh deviasi arah
matahari terhadap beban pendingin sistem Air Conditioner (AC) pada ruang salat
utama Masjid Agung Medan, menentukan kebutuhan kapasitas pendinginan, serta
mengetahui waktu kritis peningkatan beban pendingin akibat radiasi matahari.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan
analisis data desain HVAC dan denah bangunan menggunakan AutoCAD.
Perhitungan dilakukan berdasarkan luas ruangan, kapasitas AC, Heat Load, dan
nilai deviasi antara kebutuhan pendinginan teoritis dengan kapasitas sistem AC
terpasang yang mengacu pada standar ASHRAE. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ruang salat utama memiliki luas 959 m² dengan kebutuhan cooling capacity
sebesar 721.168 BTUH pada kondisi Heat Load tinggi. Nilai deviasi sistem AC
FDR300QY1 (4) sebesar 21% (low), 14% (medium), dan 0% (high), sedangkan
FDR250QY1 (4) sebesar 6%, -3%, dan -20%. Beban pendingin tertinggi terjadi
pada pukul 12.00–15.00 WIB akibat peningkatan radiasi matahari. Hasil penelitian
membuktikan bahwa deviasi arah matahari berpengaruh terhadap kebutuhan beban
pendingin sehingga orientasi bangunan perlu diperhatikan dalam perencanaan
sistem HVAC yang efisien.