Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Smart Cane berbasis Internet of
Things (IoT) menggunakan ESP8266 sebagai alat bantu mobilitas bagi penyandang tunanetra.
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada keterbatasan tongkat konvensional dalam
membantu pengguna mendeteksi hambatan yang berada di sekitar saat melakukan mobilitas.
Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alat bantu yang memanfaatkan teknologi untuk
memberikan informasi mengenai keberadaan hambatan secara lebih efektif dan
meningkatkan keamanan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and
Development (R&D) dengan tahapan pengembangan yang meliputi studi literat ur
dan
identifikasi masalah, analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, pembuatan prototipe,
implementasi dan pemrograman sistem, pengujian, serta evaluasi. Sistem dikembangkan
menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroler sekaligus penghubung perangkat dengan
jaringan internet. Sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan untuk mendeteksi jarak dan
keberadaan hambatan, sedangkan motor getar dan buzzer digunakan sebagai media
peringatan kepada pengguna. Selain itu, modul GPS digunakan untuk memperoleh informasi
lokasi yang dapat dipantau melalui aplikasi berbasis IoT. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa prototipe Smart Cane mampu mendeteksi keberadaan hambatan berdasarkan jarak
yang telah ditentukan dan memberikan respons berupa getaran serta suara sebagai peringatan
kepada pengguna. Sistem juga mampu memanfaatkan konektivitas IoT untuk mengirimkan
informasi lokasi pengguna melalui modul GPS. Pengujian sistem dilakukan menggunakan
metode Black Box Testing yang berfokus pada pengujian fungsi setiap komponen dan fitur
sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi utama, seperti pendeteksian hambatan,
pemberian peringatan melalui motor getar dan buzzer, serta pengiriman informasi lokasi,
dapat berjalan sesuai dengan rancangan sistem. Dengan demikian, Smart Cane berbasis IoT
menggunakan ESP8266 dapat menjadi salah satu alternatif alat bantu yang mendukung
keamanan dan kemandirian penyandang tunanetra dalam melakukan mobilitas.