Abstract:
Penggunaan limbah serabut kelapa sebagai material komposit yang ramah
lingkungan belum dieksplorasi secara optimal, sehingga melatarbelakangi
pengkajian lebih lanjut terhadap potensi bahan alami ini Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi serat dan resin terhadap nilai
kekakuan dan kekuatan tekan pipa komposit ukuran nominal 1 inci sesuai standar
pengujian ASTM D695, mengevaluasi potensi aplikasinya sebagai pipa drainase
berdasarkan acuan SNI 06-0162-1987, serta menganalisis daya serap air material.
Metode pengerjaan meliputi perlakuan alkali (perendaman NaOH) pada serat,
pemotongan serat sepanjang 10 mm, pembuatan spesimen pipa komposit dengan
variasi rasio resin dan serat (95:5, 90:10, dan 85:15), serta pengujian mekanik
menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa variasi komposisi berpengaruh secara signifikan terhadap sifat mekanik pipa
komposit. Spesimen pipa komposit dengan kandungan serat 12,01 gram (komposisi
85:15) menghasilkan nilai modulus elastisitas tertinggi yaitu sebesar 164,78 mpa,
yang mengindikasikan tingkat kekakuan material yang paling optimal. Sementara
itu, nilai tegangan tekan maksimum tertinggi dicapai oleh spesimen dengan
kandungan serat 2,02 gram (komposisi 95:5) sebesar 55,875 mpa pada beban
maksimum 39.935 N. Pengujian daya serap air selama perendaman 4 menit
menunjukkan terjadinya peningkatan massa spesimen dari 31,82 gram menjadi
34,82 gram (terjadi penyerapan air sebesar 3 gram). Secara keseluruhan, variasi
komposisi serat serabut serat kelapa mengaruhi karaktersitik kekuatan dan
kekakuan material pipa komposit, namun masih pengembangan lebih lanjut agar
dapat memenuhi standar SNI secara menyeluruh.