| dc.description.abstract |
Turbin uap merupakan peralatan utama dalam sistem pembangkit listrik yang
berfungsi mengubah energi termal uap menjadi energi mekanik untuk
menghasilkan energi listrik. Salah satu parameter yang digunakan untuk
mengevaluasi kinerja turbin adalah Specific Steam Consumption (SSC), yaitu
jumlah uap yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi listrik sebesar 1 kWh. Nilai
SSC yang tinggi menunjukkan penurunan efisiensi penggunaan energi uap sehingga
meningkatkan konsumsi uap dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk
menghitung nilai SSC aktual turbin uap berkapasitas 1300 kW di PT Adibrata
Unggul Jaya, membandingkannya dengan nilai desain, serta mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan konsumsi uap. Metode penelitian
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis
termodinamika berdasarkan data operasi aktual turbin. Data primer diperoleh
melalui pengukuran tekanan uap, temperatur uap, laju aliran massa uap, dan daya
keluaran turbin, sedangkan data sekunder diperoleh dari spesifikasi desain turbin
dan literatur pendukung. Nilai SSC dihitung berdasarkan perbandingan antara laju
aliran massa uap dengan daya listrik yang dihasilkan, kemudian dibandingkan
dengan nilai desain untuk mengevaluasi tingkat penyimpangan kinerja turbin. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai SSC aktual sebesar 6,00 kg/kWh, sedangkan
SSC desain sebesar 5,70 kg/kWh, sehingga terjadi penyimpangan sebesar 5,26%.
Konsumsi uap aktual mencapai 7.800 kg/jam, lebih tinggi 390 kg/jam dibandingkan
kebutuhan berdasarkan desain. Peningkatan nilai SSC mengindikasikan adanya
penurunan efisiensi pemanfaatan energi uap yang dipengaruhi oleh kerugian
mekanis, kebocoran uap, fouling pada sudu turbin, penurunan efisiensi internal,
serta ketidakakuratan instrumen pengukuran. Apabila nilai SSC dapat dikembalikan
mendekati kondisi desain, potensi penghematan konsumsi uap diperkirakan
mencapai 3.089 ton per tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan
bahwa turbin uap masih mampu beroperasi sesuai kapasitas desain sebesar 1300
kW, namun efisiensi penggunaannya mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh
meningkatnya nilai SSC. Oleh karena itu, diperlukan pemeliharaan preventif,
inspeksi kebocoran uap, pembersihan komponen turbin, serta pemantauan nilai SSC
secara berkala untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi turbin. |
en_US |