Abstract:
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu sumber energi
terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan
energi listrik. Pemanfaatan PLTS pada lingkungan pesantren perlu dianalisis untuk
mengetahui kinerja sistem dan kontribusinya terhadap kebutuhan beban listrik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem PLTS di Pesantren
Kuala Madu menggunakan perangkat lunak HOMER, mengetahui jumlah energi
listrik yang dihasilkan oleh sistem PLTS, serta mengetahui kemampuan PLTS
dalam memenuhi kebutuhan beban listrik pesantren. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data beban listrik, radiasi
matahari, spesifikasi komponen PLTS, serta parameter ekonomi sebagai data
masukan dalam pemodelan HOMER. Analisis dilakukan melalui proses
pemodelan, simulasi, dan optimasi sistem PLTS grid-connected. Parameter kinerja
yang dianalisis meliputi produksi energi listrik, capacity factor, renewable
fraction, kemampuan PLTS dalam memenuhi beban, serta parameter ekonomi
sistem berupa net present cost (NPC) dan cost of energy (COE). Hasil simulasi
menunjukkan bahwa sistem photovoltaic (PV) dengan kapasitas 10 kW
menghasilkan energi listrik sebesar 13.583 kWh/tahun dengan capacity factor
sebesar 15,51% dan renewable fraction sebesar 4,42%. Kebutuhan energi listrik
Pesantren Kuala Madu mencapai sekitar 291.643,03 kWh/tahun, sehingga
produksi energi dari PLTS masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan
beban. Energi listrik yang diperoleh dari jaringan mencapai 278.739 kWh/tahun,
sedangkan tidak terdapat energi yang dijual kembali ke jaringan. Dengan
demikian, PLTS pada kondisi sistem yang dianalisis berperan sebagai sumber
energi tambahan yang membantu mengurangi sebagian kebutuhan listrik dari
jaringan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam
pengembangan dan peningkatan pemanfaatan energi surya di Pesantren Kuala
Madu.