| dc.description.abstract |
Peningkatan penggunaan energi listrik pada sektor rumah tangga menyebabkan
konsumsi energi listrik terus meningkat sehingga diperlukan sistem pemantauan yang
mampu mengidentifikasi pola penggunaan energi secara efektif. Salah satu metode
yang dapat digunakan adalah Non-Intrusive Load Monitoring (NILM), yaitu metode
yang mampu mengenali karakteristik beban listrik hanya melalui satu titik pengukuran
tanpa memerlukan sensor pada setiap peralatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis data meteran listrik PLN dalam mendeteksi indikasi arus bocor dan beban
lebih sebagai faktor yang memengaruhi peningkatan konsumsi energi listrik.
Pengambilan data dilakukan pada tiga kamar kos dengan mengukur parameter
tegangan, arus, frekuensi, daya, dan energi listrik menggunakan tang ampere digital
serta meteran listrik PLN. Data diperoleh melalui beberapa kali pengukuran pada
kondisi penggunaan beban yang berbeda sehingga dapat menggambarkan variasi
konsumsi energi listrik. Selanjutnya, data diolah menggunakan Microsoft Excel untuk
menghitung nilai daya dan konsumsi energi, kemudian dianalisis menggunakan
pendekatan metode NILM berdasarkan perubahan karakteristik beban listrik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan dan frekuensi relatif stabil sesuai standar
operasional, sedangkan nilai arus, daya, dan konsumsi energi mengalami perubahan
sesuai dengan jenis serta jumlah peralatan listrik yang digunakan. Perubahan parameter
listrik tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola penggunaan beban serta
memberikan indikasi awal terhadap kondisi beban lebih dan potensi arus bocor.
Dengan demikian, metode NILM dapat diterapkan sebagai solusi pemantauan
konsumsi energi listrik yang lebih efisien karena hanya memerlukan satu titik
pengukuran, sehingga dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi
listrik serta mendukung pengelolaan sistem kelistrikan yang lebih baik. |
en_US |